Latest News

Daripada Saling Menjatuhkan Lebih Baik Saling Membangun

Senin, 30 November 2009 , Posted by prayoga at 22.22



Akhir-akhir ini setelah linux mulai mendunia, mulai melancarkan gerakan open source, para pengguna komputer pun mulai berpacu-pacu untuk mempelajarinya. Apalagi setelah UU HAKI di Indonesia di berlakukan. Kantor-kantor pun mulai melirik linux sebagai suatu solusi bagi sistem di instansi mereka, jika tidak ingin dicap sebagai pembajak dan membayar denda. Dan jika harus membeli Software yang legal pun, berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh suatu badan instansi ??
Sang Juara Microsoft, dengan produk MS Windows nya dan MS Office nya, memang telah mendunia dan mendarah daging bagi sejumlah pengguna komputer indonesia. Kenapa tidak, semuanya bisa didapatkan hanya dengan membeli keping CD Rp.20,000. Memang, Windows dan Office adalah pasangan serasi untuk sebuah sistem komputer, tapi apakah kita pernah terpikir kalau kita membeli Rp. 20,000 sebuah CD, kita telah menjadi pembajak ?? Masih bagus kalau beli, bagaimana kalau hanya meminjam dengan teman ?? Ini lebih parah. Itu pun kalau hanya Windows dan Office, bagaimana dengan yang software lain ? Seandainya kita yang membuat software tersebut, kemudian dibajak dan digunakan secara semena-mena, bagaimanakah perasaan kita sebagai pembuat software tersebut ?
Munculnya pendapat-pendapat pro dan kontra tentang Microsoft dan Linux, mulai dari sisi biaya, keamanan sistem, kemudahan penggunaan, dan dukungan hardware. Kita mencoba kembali melihat cita-cita awal dari Microsoft dan Linux. Windows awalnya memang diciptakan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan apapun. Munculnya slogan Plug and Play (PnP) berawal dari sini. Ketika Microsoft menciptakan ini, para pesaing lain



Novell dan Unix, masih berkutat dengan posisi sebagai raja jaringan komputer. Untuk menguasai pasar, Microsoft pun menciptakan Windows NT.
Sedangkan linux, ciptaan torvald, lahir dari percobaan rasa keingintahuan dan ingin memiliki suatu sistem operasi yang mampu memberikan dia jalan dan cara yang murah. Saat itu, Torvald menggunakan minix (unix like) sebagai bahan penelitian, lagi pula minix ini mahal untuk ukuran kantong seorang mahasiswa seperti Torvald. Dia pun membuatnya, ketika dia mulai menemui kebuntuan (layaknya programmer), dia mulai melemparkan hasil karyanya ke internet. Dan ramai-ramailah programmer di dunia bergotong royong membuat sistem ini (yang nanti dikenal linux). Cara mereka berkomunikasi dengan menggunakan jalur internet ini membuat mudah dan cepat perkembangan sistem ini. Makanya linux sangat terkenal sekali dalam dunia jaringan, dan kelas server. Waktu itu mereka masih menggunakan text-based sebagai interface, sebab mengingat kemampuan bandwith jaringan yang tidak memadai untuk Graphical Interface.
Itulah ideologi awal terciptanya Windows dan Linux. Hanya karena saling bersaing mendapatkan pengguna (dan tentunya uang), perusahaan-perusahaan komputer pun mulai memilih siapa yang akan mereka dukung. Microsoft sebagai pemain lama, lagi pula seiring waktu, kekuatan bisnisnya semakin besar. Linux pun tidak beda jauh, walaupun baru seumur jagung, kekuatan pendukung linux mulai menggrogoti secara perlahan.
Nah, daripada terus mempermasalahkan pembajakan atas Microsoft dan pro kontra kepada Linux. Bukankah lebih baik membangun sebuah sistem IT yang bersih dari pembajakan, kuat dan handal, dan mudah digunakan. Caranya adalah ambil kelebihan produk Microsoft untuk menutupi kekurangan linux, dan ambil kelebihan Linux untuk menutupi kelemahan Microsoft.
Kelebihan Microsoft:
• Mudah digunakan
• Tampilan yang sangat menggugah rasa ingin tahu pemakai
• Dukungan hardware yang memang top
• Mempunyai standarisasi yang mantap, Contoh: Windows dan Office
• Mau main game ? Disini memang tempatnya
• Walaupun membajak, banyak komunitas programmer dan lapangan kerja yang tercipta, dunia seolah-olah hanya berisi VB dan ASP.
Kekurangan Microsoft
• Harga yang mahal, dikarenakan ada pesaing linux, mulai menurunkan harga dan memberikan kredit lunak untuk pengguna, sebagai strategi bisnis
• Keamanan sistem dari serangan virus
• Sistem yang kurang stabil dalam pengoperasian
• Membutuhkan resource hardware yang boros
• Jika ingin belajar programming, harus membeli lagi paket Visual Studio atau Studio .NET



Kelebihan Linux
• Kestabilan sistemnya memang membuat dia memberi solusi untuk menjadi server contoh Linux Router Project, Apache, Bind
• Murah, cukup membayar biaya download, atau membeli CD nya, sebab linux bebas di perbanyak dalam bentuk CD atau media lain. Tidak perlu khawatir di cap sebagai pembajak
• Resource hardware yang minim membuat dia bisa menjalankan komputer lama 486 serasa Pentium IV (menggunakan LTSP)
• Ketika di install, produk programming (Perl, Python, dll), paket Office (OpenOffice 1.1), Multimedia, apapun yang dibutuhkan untuk sebuah komputer (baik server atau workstation), sudah tersedia komplit
• Aman dari serangan virus, walau tidak 100%, 95% masih aman. Tak ada gading yang tak retak
Kekurangan Linux
• Pnp (Plug and Pray), ini masih berlaku untuk linux, walaupun support dari hardware mulai banyak.
• Tampilan yang konon kurang friendly. Ini memang ideologinya linux, linux diciptakan oleh programmer jadi mereka merasa tidak butuh tampilan yang bagus-bagus apalagi buat main game grafik. Tapi mitos ini lama-lama mulai bergeser karena linux tidak mau dibilang tidak bisa dipakai oleh orang awam sekalipun
• Mau main game ? walau masih sedikit game di linux, (ingat ideologi linux), perlahan-lahan para produsen game mulai melirik linux sebagai pasar yang profit
• Karena linux dibesarkan oleh internet, untuk pengguna Indonesia yang infrastruktur internet nya masih ketinggalan, akan sangat susah mengikuti apalagi mengembangkan dunia linux, hanya segelintir orang atau instansi yang mempunyai infrastruktur internet yang bagus di Indonesia. Ini menjadi poin kemenangan Microsoft, cukup cari saja di Toko CD, gampang kan ?
• Terlalu banyak distribusi linux, mulai dari yang kecil hingga yang besar, Redhat, Mandrake, Suse, Slackware, Stampede, Debian, Smoothwall, OpenLinux, Caldera, YellowDog, Knoppix, begitu banyaknya, hingga yang mau belajar linux bingung, "Jadi yang namanya linux itu yang mana sih ?", begitu pula dengan paket-paket pendukung lain, Office di linux saja cukup membingungkan, ada Gnome Office, KDE Office, Open Office, Star Office. Belum lagi window managernya, GNOME, KDE, xfce, Enlightenment dan lain-lain. Jadi tambah bingung yang baru mau mulai belajar linux. Tidak ada standarisasi di linux, karena begitu banyak programmer mengembangkan program-program mereka sendiri dengan sense (perasaan) mereka sendiri. Tapi bagi pengguna yang sudah lama dengan linux, ini menjadi senjata handal, bisa memilih banyak paket yang akan digunakan, "Memangnya Windows ?!?, yang ada kan hanya MS Office, lagipula tampilannya itu-itu saja".
Bagaimana cara memadukannya ?


• Linux memang kuat di sisi jaringan dan server plus bonus kuat terhadap virus, gunakanlah dia. Misal sebagai mail server, proxy server, file server, print server, router dan komunikasi dengan Windows bisa menggunakan samba.
• Jika komputer digunakan hanya untuk membuat laporan dan analisa, yang selama ini hanya menggunakan MS Office, bisa beralih ke linux dengan aplikasi Open Office. Dan apabila di kantor atau instansi tersebut masih belum terinstalasi komputer, LTSP (Linux Terminal Server Project) patut dicoba. Lebih murah, lebih mantap, kebal virus
• Untuk programmer VB, .NET, PHP, ASP mungkin di komputer mereka harus diinstal dual OS. Dikarenakan linux masih belum mempunyai aplikasi desktop visual semantap VB. Nah, ketika ada proyek dengan PHP, kita bisa beralih ke Linux dengan mudah. Atau lagi ada proyek Python ? Tidak masalah, kan sudah terinstal dengan linux anda, tidak perlu repot beli-beli lagi.
• Manajer proyek juga bisa menggunakan linux sebagai basis kerjanya, Mrproject di linux semakin lama mendekati sempurna, bisa digunakan untuk mengganti MS Project. Untuk groupware, Ximian bisa menjadi pilihan.
Jadi, kita mempunyai sistem komputer yang mantap sekarang, aman dari serangan virus, murah di sisi software karena cukup beli OS Windows 98, Visual Studio, .NET dan OS Linux bebas biaya, murah di sisi hardware karena ada jaringan menggunakan LTSP jadi tidak boros resource dan router linux yang handal tidak perlu membeli yang bermerek mahal.
Nah, jadi tidak perlu bingung lagi antara Windows dan Linux, kerjasama saja, toh tujuannya untuk kemajuan bersama kan…?!?!?

Currently have 0 komentar: